Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan bahwa penggunaan bahan bakar B50, yang terdiri dari 50% biodiesel, dapat berkontribusi pada peningkatan harga tandan buah segar (TBS) bagi para petani. Hal ini disampaikan dalam konteks kebijakan yang berkaitan dengan pungutan ekspor yang tidak mengalami kenaikan.
Pentingnya Stabilitas Pungutan Ekspor
Gapki menekankan bahwa untuk memaksimalkan potensi peningkatan harga TBS, pemerintah perlu memastikan bahwa pungutan ekspor tidak bertambah. Jika pungutan tetap, maka petani dapat merasakan manfaat dari kebijakan penggunaan B50 yang diharapkan dapat meningkatkan permintaan akan produk kelapa sawit.
Harapan untuk Petani Kelapa Sawit
Dengan adanya kebijakan ini, Gapki berharap dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani kelapa sawit. Peningkatan harga TBS diharapkan mampu memberikan insentif lebih bagi para petani untuk meningkatkan produksi mereka, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan industri kelapa sawit secara keseluruhan.