Kiper FC Andorra, Jesus Owono, akhirnya buka suara memberikan permohonan maaf dan belasungkawa mendalam atas insiden tragis yang menewaskan pesepakbola CD Tenerife, Jesus de Miguel. Peristiwa benturan keras di lapangan yang berujung duka tersebut terjadi dalam laga Segunda Division Liga Spanyol 2026-2027.
Ungkapan Duka Mendalam dan Permohonan Maaf Jesus Owono
Melalui unggahan di media sosial resminya, penjaga gawang asal Guinea Khatulistiwa itu menyampaikan kesedihan yang sangat mendalam atas wafatnya Jesus de Miguel.
"Saya tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan rasa sakit dan duka yang saya rasakan saat ini. Ucapan belasungkawa saya yang paling tulus untuk keluarga, rekan tim, dan seluruh pendukung CD Tenerife. Saya sangat menyesal atas apa yang terjadi," ungkap Jesus Owono.
Ia juga menegaskan bahwa insiden benturan keras di atas lapangan tersebut murni merupakan sebuah kecelakaan yang tidak pernah ia harapkan terjadi.
"Ini adalah sebuah insiden yang sangat tidak disengaja. Hati saya hancur dan saya terus berdoa untuk almarhum agar diberikan tempat terbaik, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," tambah Owono.
Kronologi Insiden Benturan di Ujung Laga
Peristiwa mematikan itu terjadi menjelang akhir pertandingan Segunda Division antara CD Tenerife melawan FC Andorra yang digelar di Estadio Heliodoro Rodriguez Lopez, Santa Cruz de Tenerife, pada Senin (2/11/2026) malam WIB.
Insiden bermula ketika Jesus de Miguel tengah berupaya mengejar bola liar hasil sapuan dari lini pertahanan. Pada saat yang sama, Jesus Owono keluar jauh meninggalkan sarangnya hingga ke tengah lapangan untuk menghalau bola. Benturan tak terelakkan terjadi dalam kecepatan tinggi, di mana kepala Jesus de Miguel menghantam lutut Jesus Owono yang diangkat terlalu tinggi saat berupaya melakukan clearing.
Akibat benturan dahsyat tersebut, Jesus de Miguel seketika tersungkur dan tak sadarkan diri di lapangan. Wasit yang memimpin pertandingan langsung memberikan kartu merah kepada Jesus Owono atas pelanggaran keras tersebut.
Mengalami Henti Jantung di Rumah Sakit
Pasca-kejadian, Jesus de Miguel segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat dan intensif. Pihak CD Tenerife sempat menginformasikan bahwa kondisi sang pemain stabil meskipun masih dalam keadaan kritis.
Namun, kondisi kesehatan pesepakbola berusia 30 tahun tersebut memburuk secara signifikan pada Selasa (3/11/2026) dini hari WIB. Hingga akhirnya, Jesus de Miguel diumumkan mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa pagi pukul 08.00 waktu Spanyol akibat mengalami henti jantung.