Badan Gizi Nasional (BGN) telah diberikan waktu selama satu bulan untuk melakukan penyisiran terhadap penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disebabkan oleh kemungkinan penurunan anggaran untuk program tersebut.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan kesempatan kepada lembaganya untuk memperbaiki pengelolaan program MBG. Salah satu langkah yang akan diambil adalah melakukan penyisiran penerima manfaat.
Penyisiran Penerima Manfaat
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung BGN pada Selasa (21/7/2026), Arumsari menyatakan, "Nah, kemarin saya sudah menjelaskan bahwa kami diberi waktu lagi oleh Bapak Presiden untuk mempertajam lagi tata kelolanya, diberi waktu sebulan." Saat ini, jumlah penerima manfaat program MBG tercatat sebanyak 62,7 juta orang. Namun, angka tersebut diperkirakan akan berkurang seiring dengan proses penyisiran yang sedang dilakukan.
Dampak Penurunan Anggaran
Arumsari menambahkan bahwa penurunan jumlah penerima manfaat akan berdampak pada anggaran BGN, meskipun ia belum memberikan rincian mengenai besaran penurunan anggaran untuk program MBG. "Yang jelas pasti akan turun. Jadi setelah nanti prosesnya selesai, itu angkanya tidak akan Rp 268 triliun lagi gitu, tapi tunggu sabar dulu mengenai angka," jelasnya.
Selain itu, Arumsari juga menyebutkan bahwa Prabowo tidak menetapkan target jumlah penerima manfaat yang harus terus meningkat. Ia hanya meminta BGN untuk lebih mengedepankan kualitas dalam pelaksanaan program tersebut. "Beliau memahami betul bahwa ini tidak mudah bagi kami untuk membenahi yang kemarin itu, dan beliau sudah tahu juga permasalahannya. Jadi beliau tidak membuat target-target tertentu kepada kami," tutupnya.