Monday, 22 June 2026
Ekobis

Analisis Usulan Harga DMO Batubara Terbaru: Perspektif Pengusaha dan Praktisi Tambang

Usulan harga Domestic Market Obligation (DMO) batubara yang baru menjadi sorotan, dengan berbagai pandangan dari pengusaha dan praktisi tambang mengenai dampaknya.

F
Farhan Hakim
20 June 2026 17 pembaca
Bahlil Kaji Revisi Harga DMO Batubara, Pushep Usul Naik ke US$ 80 - US$ 90 per Ton
Bahlil Kaji Revisi Harga DMO Batubara, Pushep Usul Naik ke US$ 80 - US$ 90 per Ton

Usulan harga baru untuk Domestic Market Obligation (DMO) batubara menjadi perbincangan hangat di kalangan pengusaha dan praktisi tambang. Hal ini terjadi setelah pemerintah mengusulkan penetapan harga DMO yang lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Diskusi mengenai hal ini berlangsung di Jakarta pada bulan lalu, di mana berbagai pihak memberikan pandangannya.

Perhitungan Pengusaha Mengenai Harga DMO

Salah satu pengusaha yang terlibat dalam diskusi ini mengungkapkan bahwa penetapan harga DMO yang baru harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk biaya produksi dan kondisi pasar global. Menurutnya, jika harga DMO ditetapkan terlalu tinggi, hal ini dapat berdampak negatif pada daya saing batubara Indonesia di pasar internasional. Ia menekankan pentingnya untuk menemukan keseimbangan antara kebutuhan dalam negeri dan potensi ekspor.

Pandangan Praktisi Tambang

Di sisi lain, praktisi tambang juga memberikan tanggapan terkait usulan harga baru ini. Mereka berpendapat bahwa penetapan harga DMO yang lebih tinggi dapat mendorong investasi di sektor pertambangan, asalkan diimbangi dengan kebijakan yang mendukung. Praktisi tersebut menekankan bahwa transparansi dalam penetapan harga sangat penting agar semua pihak dapat memahami dasar dari keputusan yang diambil.

Dengan berbagai pandangan yang muncul, jelas bahwa diskusi mengenai harga DMO batubara akan terus berlanjut. Semua pihak berharap agar keputusan yang diambil dapat memberikan manfaat bagi industri pertambangan dan perekonomian nasional.

// Artikel Terkait