An Se Young, atlet bulu tangkis asal Korea Selatan, kembali menciptakan sejarah di Asian Games 2026 dengan sukses mempertahankan medali emas di nomor tunggal putri. Dalam final yang berlangsung di Aichi-Nagoya pada 29 September, ia menunjukkan performa yang sangat dominan dengan mengalahkan Akane Yamaguchi dari Jepang dengan skor 21-17, 21-9, menyelesaikan kompetisi individu tanpa mengalami kekalahan. Kemenangan ini menjadi yang kesembilan secara beruntun bagi An atas Yamaguchi, setelah sebelumnya mengalahkan pemain Jepang tersebut di semifinal tim putri, di mana Korea Selatan meraih medali perunggu. Musim 2026 yang luar biasa bagi An mencatatkan 56 kemenangan dan hanya satu kali kalah. Dengan prestasi ini, ia juga menyamai rekor legendaris yang dimiliki oleh Susi Susanti, pemain bulu tangkis Indonesia yang terkenal.
Pemain Pertama yang Pertahankan Gelar Emas Asian Games
An Se Young menjadi pemain tunggal putri pertama dalam sejarah Asian Games yang berhasil meraih medali emas secara berturut-turut. Setelah memenangkan gelar di Olimpiade Hangzhou, ia kembali menunjukkan kehebatannya di Aichi-Nagoya dengan mengalahkan Akane Yamaguchi di final. Meskipun nomor tunggal putri telah ada di Asian Games sejak tahun 1962, belum ada atlet yang mampu mempertahankan gelar tersebut dalam dua edisi berturut-turut.
Rekor Tanpa Kehilangan Set
Di Aichi-Nagoya, An tampil dengan performa yang sangat mengesankan, memenangkan semua lima pertandingan tanpa kehilangan satu set pun. Ia berhasil mengalahkan Kamila Smagulova dari Kazakhstan, Ranithma Liyanage dari Sri Lanka, Ratchanok Intanon dari Thailand, Chen Yufei dari Tiongkok, dan Akane Yamaguchi dari Jepang, semuanya dalam dua gim langsung. Dengan demikian, An mencatatkan rekor sempurna 10-0 selama kompetisi individu, termasuk kemenangan 21-17, 21-9 di final.
Prestasi Beruntun dalam Sejarah Bulu Tangkis Korea Selatan
An Se Young juga menjadi juara bulu tangkis Korea Selatan ketiga yang berhasil meraih medali emas Asian Games secara berturut-turut. Sebelumnya, pasangan ganda campuran Park Joo-bong dan Chung Myung-hee mencapainya pada tahun 1986 dan 1990, diikuti oleh Kim Dong-moon dan Ra Kyung-min pada tahun 1998 dan 2002. An menjadi atlet pertama yang mencapai prestasi ini di nomor tunggal putri, menambah keistimewaan dalam upayanya mempertahankan gelar bersejarah.
Gelar Ganda dalam Satu Tahun
Menariknya, An juga menjadi salah satu atlet langka yang mampu memenangkan gelar Kejuaraan Dunia dan Asian Games dalam satu tahun kalender yang sama. Ia meraih gelar Kejuaraan Dunia di awal tahun 2026 sebelum menambah koleksi medali emas tunggal putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ini merupakan kali kedua ia mencatatkan prestasi ganda yang sama, setelah sebelumnya melakukannya pada tahun 2023.
Menyamai Rekor Susi Susanti
Keberhasilan An di Asian Games 2026 juga membawanya pada pencapaian yang mengesankan terkait legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti. Dengan meraih gelar tunggal putri, An mencatatkan gelar internasional ke-46 dalam kariernya, menyamai rekor Susi Susanti untuk jumlah gelar internasional terbanyak yang diraih oleh pemain tunggal putri. Pencapaian ini menambah daftar prestasi signifikan yang menjadikan An sebagai salah satu tokoh terkemuka dalam bulu tangkis tunggal putri modern, di mana ia mengakhiri tahun 2026 dengan catatan 56 kemenangan dari 57 pertandingan, hanya satu kali kalah.
Dengan demikian, perjalanan An Se Young di Asian Games bukan hanya sekadar mempertahankan medali emas, melainkan juga menandai sejumlah prestasi luar biasa yang mengukuhkan posisinya di dunia bulu tangkis.