Odense, Denmark: Dalam ajang Denmark Open 2026, An Se Young dan Alex Lanier menciptakan sejarah baru dalam dunia bulu tangkis. An, yang merupakan pemain Korea peringkat satu dunia, berhasil meraih gelar tunggal putri dengan mencetak rekor baru sepanjang kariernya, sementara Lanier menjadi pemain tunggal putra pertama dari Prancis yang berhasil memenangkan turnamen ini.
An Se Young mempertahankan gelar juara Denmark Open setelah melalui laga sengit selama 79 menit melawan Akane Yamaguchi dari Jepang. Meskipun sempat tertinggal satu gim, An berhasil bangkit dan meraih kemenangan dengan skor 21-23, 21-14, 21-18. Di final tunggal putra, Alex Lanier mengalahkan Anders Antonsen, pemain tuan rumah, dengan skor 21-15, 13-21, 21-13, menandai pekan bersejarah bagi bulu tangkis Prancis.
Kemenangan Bersejarah An Se Young
Kemenangan An atas Yamaguchi merupakan gelar internasional ke-47 dalam kariernya, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti, yang memiliki 46 gelar. Prestasi ini menjadi tambahan penting dalam musim yang luar biasa bagi atlet berusia 24 tahun tersebut, yang juga berhasil mempertahankan gelar Denmark Open yang pertama kali diraihnya pada tahun 2025.
Yamaguchi memulai pertandingan dengan baik, mengamankan gim pembuka dengan skor 23-21. Namun, An berhasil menyamakan kedudukan dengan memenangkan gim kedua 21-14. Di gim penentu, Yamaguchi sempat memimpin 11-5, tetapi An melakukan comeback yang luar biasa dengan mencetak 11 poin beruntun untuk berbalik unggul 16-12, sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan skor 21-18. Dengan kemenangan ini, rekor pertemuan An melawan Yamaguchi kini menjadi 24 kemenangan dari 39 pertemuan, dan An juga memperpanjang rentetan kemenangannya atas pemain Jepang tersebut menjadi 10 pertandingan. Rekor tahun 2026 An Se Young kini mencatat 61 kemenangan dengan hanya satu kekalahan.
Alex Lanier Raih Gelar Pertama untuk Prancis
Di sisi lain, Alex Lanier juga mencetak prestasi luar biasa dengan menjadi pemain tunggal putra Prancis pertama yang memenangkan Denmark Open sejak turnamen ini dimulai pada tahun 1936. Juara dunia bertahan ini berhasil mengalahkan Anders Antonsen dalam final yang berlangsung selama 76 menit. Lanier memenangkan gim pertama dengan skor 21-15, namun Antonsen membalas dengan merebut gim kedua 21-13 di hadapan pendukungnya.
Di gim penentu, Lanier kembali menunjukkan dominasi dengan mengendalikan permainan dan meraih kemenangan 21-13, menambah koleksi gelar mayor yang dimilikinya dengan menambahkan gelar Denmark Open Super 750 ke dalam daftar prestasinya.