Pelatih Nova Widianto mengejutkan banyak pihak dengan keputusannya untuk keluar dari Badan Bulu Tangkis Malaysia (BAM) dan kembali ke Indonesia. Direktur pelatihan ganda nasional, Rexy Mainaky, menjelaskan beberapa alasan di balik keputusan mendadak tersebut, terutama terkait dengan tawaran dari Asosiasi Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) dan keinginan ibunya agar ia pulang.
Keputusan yang Tidak Terduga
Nova, yang ditunjuk oleh Rexy sebagai pelatih kepala ganda campuran pada Januari 2023, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya yang berlaku mulai 31 Juli. Ia akan mengambil posisi sebagai kepala pelatih ganda campuran Indonesia pada bulan depan. Rexy menyatakan bahwa Nova tidak bisa menolak permintaan ibunya, Yustina Sutarni, untuk kembali ke tanah air.
Pengakuan Rexy Mainaky
"Ya, Nova telah menerima tawaran dari PBSI. Jasa Nova akan sangat dirindukan," ungkap Rexy. Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya Nova telah memberitahunya mengenai tawaran tersebut dan menyatakan perlunya berdiskusi dengan keluarganya. "Keluarganya merasa dia sebaiknya menerima tawaran itu jika kesempatan untuk bergabung kembali dengan PBSI tersedia, dan bahwa akan lebih baik baginya untuk kembali ke Indonesia," lanjut Rexy.
Rexy juga menekankan bahwa Nova menyampaikan bahwa ibunya sangat mendorongnya untuk pulang. "Pada akhirnya, dia memutuskan untuk menerima tawaran itu dan pulang," tutup Rexy.
Selama masa jabatannya di BAM, Nova Widianto berperan penting dalam meningkatkan prestasi ganda campuran Malaysia. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah saat ia membimbing pasangan Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei meraih gelar juara dunia ganda campuran pertama Malaysia di Kejuaraan Dunia di Paris tahun lalu.