Pada ajang Japan Open 2026, pasangan ganda putra Aaron Tai dan Kang Khai Xing, yang dikenal sebagai "penakluk raksasa", menunjukkan semangat tinggi untuk melanjutkan penampilan mereka yang mengesankan. Namun, tantangan terbesar menanti mereka di perempat final yang berlangsung hari ini.
Aaron dan Khai Xing membuka turnamen dengan mengalahkan pasangan peringkat 8 dunia, Chen Boyang dan Liu Yi dari Tiongkok, di babak pertama. Mereka melanjutkan performa gemilang dengan menaklukkan pasangan Taiwan, Lee Jhe-huei dan Yang Po-hsuan, dengan skor 21-10, 21-15 di Gimnasium Metropolitan Tokyo kemarin.
Tantangan di Perempat Final
Di perempat final, mereka akan menghadapi pasangan juara bertahan dan peringkat 1 dunia, Kim Won Ho dan Seo Seung Jae dari Korea Selatan. Aaron dan Khai Xing mengaitkan kesuksesan mereka dengan strategi permainan yang telah dipersiapkan dengan matang. “Kami sangat senang dengan kemenangan hari ini karena saya pikir kami telah mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk pertandingan ini,” ungkap Khai Xing kepada BWF. “Kekuatan kami terletak pada pengendalian tiga pukulan pertama, serta servis dan penerimaan servis yang efektif.”
Pesaing Lain di Perempat Final
Pasangan Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin Rumsani, yang merupakan runner-up tahun lalu, juga berhasil melaju ke perempat final setelah mengalahkan mantan pasangan peringkat 1 dunia, Kim Astrup dan Anders Skaarup Rasmussen dari Denmark, dengan skor 21-18, 21-19. Mereka akan berhadapan dengan Daniel Lundgaard dan Mads Vestergaard dari Denmark atau Chen Zhi Yi dan Presley Smith dari Amerika Serikat untuk memperebutkan tempat di semifinal.
Jimmy Wong dan Cheng Su Yin juga tampil mengesankan sebagai wakil Malaysia di Tokyo. Mereka berhasil mengejutkan unggulan keenam dari Prancis, Thom Gicquel dan Delphine Delrue, dengan skor 23-21, 24-22, setelah sebelumnya menyingkirkan pasangan Jepang peringkat 14 dunia, Yuichi Shimogami dan Sayaka Hobara, di babak pertama. Kini, mereka akan berjuang melawan pasangan ganda campuran peringkat 3 dunia asal Denmark, Mathias Christiansen dan Alexandra Boje.
Jimmy menekankan pentingnya menjaga ketenangan mental dalam pertandingan yang ketat. “Di saat-saat krusial, semuanya bergantung pada keberanian dan kekuatan mental. Aku tahu Su Yin sedikit gugup hari ini, jadi aku terus mengingatkan dia dan diriku sendiri untuk tetap fokus di setiap poin. Jangan terlalu banyak berpikir, mainkan saja yang terbaik. Begitulah cara kami tetap tenang,” tutup Jimmy.