Mobil Tabrak Pohon, Wanita di Purbalingga Meninggal di Lokasi

Toyota Agya warna merah mengalami kecelakaan parah di jalan raya Desa Kedungwuluh, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Selasa (11/6/2024). Kendaraan tersebut...
Read More
Mobil Tabrak Pohon, Wanita di Purbalingga Meninggal di Lokasi

Wisatawan Tenggelam di Pantai Teluk Penyu Cilacap Ditemukan Meninggal

Tim SAR gabungan mengevakuasi wisatawan tenggelam di Pantai Teluk Penyu Cilacap. Korban ditemukan di hari kedua pencarian dalam kondisi meninggal...
Read More
Wisatawan Tenggelam di Pantai Teluk Penyu Cilacap Ditemukan Meninggal

Kecelakaan Maut di Sumpiuh Tewaskan Pasangan Suami Istri

Polisi telah mengamankan pengemudi mobil untuk melakukan pemeriksaan terkait proses hukum lebih lanjut. Pengamanan pada pengemudi mobil berinisial RRP (23)...
Read More
Kecelakaan Maut di Sumpiuh Tewaskan Pasangan Suami Istri

Geger Pembongkaran Makam Mahasiswi di Binangun Purbalingga

Jajaran Polres Purbalingga bersama Polsek Mrebet, lakukan penyelidikan terkait pembongkaran makam mahasiswi secara misterius. Saat ini polisi juga masih mengusut,...
Read More
Geger Pembongkaran Makam Mahasiswi di Binangun Purbalingga

Ribuan Warga Banjarnegara Mengamuk dan Memaksa Masuk Pendopo Kabupaten

Ribuan warga dari berbagai desa, menggeruduk Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Selasa (30/4/2024). Mereka memadati kawasan Alun-alun Banjarnegara, meminta agar calon kades...
Read More
Ribuan Warga Banjarnegara Mengamuk dan Memaksa Masuk Pendopo Kabupaten

Selain Mabuk Minuman, Pelaku Penembakan di Hotel Braga Purwokerto Juga Positif Benzo

Selain memintai keterangan, polisi juga lakukan tes urine terhadap pelaku penembakan di Hotel Braga Sokaraja, Anang Yusup Riyanto (31). Hasilnya,...
Read More
Selain Mabuk Minuman, Pelaku Penembakan di Hotel Braga Purwokerto Juga Positif Benzo

Juru Parkir di Hotel Braga Sokaraja Meninggal Dunia Setelah Ditembak 

Seorang juru parkir di Hotel Braga di Jalan Soepardjo Rustam, Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas diduga meninggal dunia...
Read More
Juru Parkir di Hotel Braga Sokaraja Meninggal Dunia Setelah Ditembak 

Tak Kuat Menanjak, Truk Pengangkut Paket Terguling di Sangkanayu Purbalingga

Insiden kecelakaan tunggal terjadi di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Sebuah truk jenis Mitsubishi bermuatan paket dengan nomor polisi (nopol) B-9189-NGC...
Read More
Tak Kuat Menanjak, Truk Pengangkut Paket Terguling di Sangkanayu Purbalingga

Rem Blong, Pengendara Sepeda Motor Nyelonong di Tikungan Tajam di Paweden Banjarnegara

Turip (61) warga Desa Susukan Wanayasa Banjarnegara, tergeletak tak bernyawa di tikungan tajam di ruas jalan Paweden Karangkobar, Selasa (16/4/2024)....
Read More
Rem Blong, Pengendara Sepeda Motor Nyelonong di Tikungan Tajam di Paweden Banjarnegara

Usai Cuti Lebaran, ASN di Lingkungan Pemkab Banyumas Wajib Masuk Kantor

Pemerintah Pusat melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), memberikan kebijakan khusus. ASN boleh work from home (WFH),...
Read More
Usai Cuti Lebaran, ASN di Lingkungan Pemkab Banyumas Wajib Masuk Kantor

Home / News

Senin, 17 Juli 2023 - 08:08 WIB

Ditarik Kenangan-kenangan Laptop, Orang Tua Murid SD N 1 Bantarwuni Kembaran Keberatan

ilustrasi siswa sd/mi.

ilustrasi siswa sd/mi.

BA (39) salah satu orang tua murid SD N 1 Bantarwuni, Kecamatan Kembaran merasa keberatan. Pasalnya ia, ditarik uang kenang-kenangan perpisahan kelas 6 oleh pihak sekolah untuk membeli laptop.

“Yang menjadi persoalan, adalah pihak guru kelas 6 meminta laptop untuk kenang-kenangan, lulusan kelas 6 tahun ajaran ini. Dari sekolah menyampaikan tahun kemarin kenang-kenangannya kipas angin, kalau tahun ini untuk kebutuhan adik-adik kelas minta laptop, disitu dibudgetkan Rp 5 juta harga laptop,” kata dia.

Padahal menurutnya, untuk pembiayaan pendidikan dari SD sampai SMA sudah dicover oleh BOS.

Yang membuatnya semakin keberatan adalah, pihak sekolah secara gamblang dan terang-terangan meminta laptop sebagai kenang-kenangan.

“Yang menjadi keberatan adalah persoalan memakan budget sangat banyak untuk membeli laptop. Dan kita juga tidak punya kontrol, untuk memastikan apakah uang tersebut benar-benar dibelikan laptop atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga :  Balapan Liar, Puluhan Remaja Diamankan Polsek Patikraja

Selain kenang-kenangan laptop, keberatan yang ia rasakan lainnya adalah soal adanya pemberian uang terima kasih dari orang tua penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diberikan kepada guru yang mengurus pencairan KIP.

“Untuk pencairan, sekolah mengeluarkan surat keterangan aktif yang berfungsi  menerangkan bahwa siswa tersebut adalah siswa miskin.
Setiap siswa yang telah mengambil bantuan itu diharapkan konfirmasi ke guru yang mengurus PIP. Ternyata ada uang terima kasih dari wali penerima PIP besarannya dari Rp 20 sampai Rp 50 ribu dan itu terjadi berkali-kali,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SD N 1 Bantarwuni Suwarso mengatakan, terkait kenang-kenangan berupa laptop merupakan tawaran dari para orang tua murid.

Baca Juga :  SMP N 10 Purwokerto Fokus Bangun Sistem dan Pengembangan Karakter

Hal ini menurutnya melihat kondisi sekolah memerlukan laptop untuk proses asesmen nasional berbasis komputer. Ia juga menyampaikan, di tahun-tahun sebelumnya sekolah sampai menyewa laptop.

“Tidak pernah meminta lapotop. Itu tawaran dari wali murid, dan sudah kami  dikembalikan Rp 5 juta rupiah itu,” paparnya.

Terkait uang terima kasih pada saat pencairan KIP pihaknya juga tidak membenarkan hal tersebut. Menurutnya, tidak pernah ada yang menerima uang terima kasih.

“Saya baru disini, kalau KIP itu tidak benar sekali,” terangnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Joko Wiyono melalui Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Ichya Mahluqie mengatakan, pihaknya akan melakukan klarifikasi terkait adanya persoalan tersebut.

Jika mengacu Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah ada tiga pembiayaan pendidikan yaitu bantuan, sumbangan, dan pungutan.

Baca Juga :  Warung Makan di Bantarsoka Purwokerto Terbakar

“Bantuan sifatnya pemberian uang atau bentuk lain dari lembaga atau pemerintah kepada sekolah. Sumbangan pemberian uang atau jasa, yang sifatnya tidak mengikat secara waktu, jumlah, dan peruntukannnya. Kalau di SD N 1 Bantarwuni itu bagian dari pungutan, karena mengikat dan sekolah berinisiasi meminta sumbangan masuknya pungutan tapi akan kita cek,” paparnya.

Dan untuk uang terima kasih KIP, ia jelaskan, masuk ke dalam kategori gratifikasi. Pihaknya menegaskan, segala bentuk pelayanan yang ada di sekolah dan Dinas Pendidikan tidak dipungut biaya apapun.

“Sanksinya tegas. Nanti akan kita audit dan akan kita kembalikan, jika terbukti benar melakukan pungutan dan gratifikasi,” pungkasnya.

cr:radarmas

Share :

Baca Juga

News

Tak Tahu Jalan Pulang, Pengemudi Mobil Asal Magelang Tersesat di Hutan Gunungkidul

Kriminal

Bjorka: Diduga Bocorkan 19 Juta Data BPJS Ketenagakerjaan

News

Beredar Kabar Anak SD di Purwokerto Buta akibat Bermain Lato-lato, Lurah Sokanegara: Tidak Ada

News

Hendak Mancing Segerombolan Bocah Mendapati Pria Gantung Diri

Ekonomi

Rekomendasi Tempat Berburu Takjil untuk Berbuka Puasa di Purwokerto

News

Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh Wajib Vaksin Booster

News

Kemarau Bikin Harga Cabai Terjun Bebas, Petani Banjarnegara Terpaksa Jual Rugi

News

Pabrik Miras Palsu di Kebumen Digerebek Polisi: Beroperasi Selama 5 Tahun, Pemilik Masuk DPO